Betapapun usaha ku untuk mengenal mu, itu terasa seperti tidak berguna.
Rasa sakit semakin sangat terasa saat melihat mu bahagia bersama orang lain. Aku sadar kamu tidak pernah terlihat sebahagia itu saat bersama ku. Sering kali aku mulai berpikir untuk berhenti mengejar mu. Aku berpikir tak ada gunanya memaksakan perasaan.
Saat itu aku berpikir untuk berteman saja. Tapi perasaan yg sudah jauh dari perasaan sebagai teman, membuat ku harus menahan kesedihan. Ingin sekali rasanya membuat mu tau betapa sakitnya aku. Tapi aku tak ingin ada perasaan kasihan atau iba dari mu. Aku ingin kamu tau betapa aku mencintaimu.
Kamu begitu samar untuk ku, seperti tidak ada pintu untuk ku masuk. Apa kamu merasakan betapa aku mencintai mu? Aku ingin sekali menjadi kekasih mu. Aku sangat mengasihi mu. Bahkan jika memang tak mungkin untuk menjadi kekasih mu. Cukup dengan kau tau perasaan ku ini, aku akan senang..
Mengenai Saya
- Erwin Bangun
- Aktif, Imajinatif, simple, jujur, namun sulit percaya dengan orang lain. saya humble untuk orang orang yg sudah mengenal saya. sedikit sulit bergaul dengan lingkungan baru. saya selalu percaya Tuhan selalu menyediakan apa yang saya butuhkan Tepat Pada Waktunya. meskipun hidup ini kejam, tapi roda kehidupan selalu berputar.
Label
- Buka Pikiran (7)
- Cerita-cerita (2)
- college (2)
- curcol (3)
- Desain (1)
- Education (6)
- Erwin's Album (3)
- Fiksi (1)
- Kata hati (part 1) (2)
- kehidupan (12)
- Kesehatan (3)
- Novel (1)
- OMK (1)
- tugas (22)
- WELCOME WORLD 2021 (1)
Sudah bercerita lumayan lama, tapi makanan tak datang juga. Akhirnya mama memesan sepiring otak-otak lagi untuk menemani kami ngobrol. Kami melanjutkan cerita, kali ini tentang kakak yang pada masa balitanya tidak memilki rambut. Pertumbuhan rambutnya sangat lama jika dibandingkan balita-balita sebayanya. Untung saja ia menggunakan anting, sehingga orang tau dia balita wanita. Mama tertawa terpingkal-pingkal saat menceritakan itu. Sementara kakak dengan ekspresi datar menggapi cerita mama. Mama juga bercerita tentang saya yang menghabiskan 3/4 gaji papa untuk susu setiap malamnya. Saya tertawa mendengar cerita mama itu. Saya tidak berhenti minum susu saat tidur, tiap kali bangun tidur selalu teriak "maaa, cucu" hahahaha. Lucu sekali. Sampai pada suatu malam mama berusaha mengakali saya. Mungkin karena mama menganggap saya masih balita, jadi mama berpikir kalo saya tidak mengerti apa itu basi. Saat saya bangun dan meminta susu, mama membuatkan saya susu dengan takaran yang berbeda. Susu yang biasanya ditakar 5 sendok, saat itu mama takar hanya 3 sendok. Begitu jadi dan dimasukan kedalam botol, susu itu diberikan pada saya yang masih memejamkan mata. Tidak sampai tiga detik, "brak" suara botol mendarat dimeja rias. Hahahaha... Sambil melempar botol susu itu saya barkata "ma, cucu baci." Mama kaget dan berusaha memberikan susu itu ke saya lagi. Tapi saya menolak dan menangis sambil berkata "ga mau, cucu baci ma." Hahaha..... Akhirnya mama menyerah dan membuatkan saya susu yang baru. Lucu sekali cerita itu. Meskipun sudah sering diceritakan mama atau papa, tapi cerita itu selalu membuat kami tertawa terpingkal-pingkal.
bersambung...
Pagi ini gw ngnterin kk gw k semanan.
Gw lewat DM n nglawan arus.
Niat'y mau muter d dpan puteran komplek pertamina.
Tanpa d sadari da polisi ngeliatin d atas motor dari pospol.
Trz gw lgsg pura" brenti n kk gw, gw suru turun bakal spik"an.
Eh tetep aja d samperin ma tu 'manusia'.
SIM gw d minta.
Gw kasi.
Trz sim gw d bwa k pospol.
Yaudah, mau ga mau gw ikt k pospol.
Eh pas d pospol tu polisi bkan ngluarin surat tilang malah gaya"an bca koran.
Stay cool gt. Tai!
Hahahaha
Peot aje gaya"an.
Trz dy minta stnk.
Gw kasi.
Kta c 'peot' : km d dpan polisi brani"nya nglawan arus. tinggal d mana km?
Gw : d situ, rawa lele.
C peot : Gmna ni jd'y? Tilang ya?
Tnpa basa basi gw lgsg bilang : ya udah tilang aja, bkinin surat'y, saya buru".
C peot : tilang? Mw d tilang to d bantu ni?
Gw : tilang aja. Bkinin surat'y cepetan.
C peot : emang siap ngmbil?
Gw : nnti om saya yg ambil.
C peot : emang om km siapa?
Gw : om saya TNI.
C peot : (diem, spik"an lyat stnk n sim) yaudah ni saya bntu aja. (Stnk n sim d balikin) laen kali jgn d ulangin lg y.
Gw : makasih pa.
(B'diri. Balik badan, kluar sambil cengengesan)
Dasar polisi pengecut.
Coba kalo om gw bkan TNI. Pasti dy minta duit.
Makin geli aje gw ma polisi.
Hahahahahaa
Mental tempe!